JalanTikusadalah website teknologi berbahasa Indonesia yang menyajikan informasi gadget, game Android, iOS, film, anime dan informasi teknologi lainnya.
Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd. Reporter Dimas Andi Editor Noverius Laoli REKSADANA - JAKARTA. Di tengah tekanan pasar, beberapa reksadana saham masih mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif di bulan Mei lalu. Reksadana Asia Raya Syariah Saham Barokah menjadi salah satu produk yang dimaksud. Mengutip data Infovesta Utama, kinerja produk buatan Asia Raya Kapital ini tumbuh 3,46% mom pada Mei silam. Angka ini lebih baik ketimbang kinerja rata-rata reksadana saham atau Infovesta Equity Fund Index yang terkoreksi 3,31% mom di waktu yang sama. Head of Investment Asia Raya Kapital Frinanto mengatakan, pihaknya menerapkan strategi aktif trading dalam mengelola reksadana tersebut. Tentunya strategi ini didasari oleh analisis teknikal yang kuat tanpa mengesampingkan faktor fundamental emiten yang dipilih. Ia menjelaskan, Indeks Harga Saham Gabungan IHSG boleh saja anjlok 3,81% mom di bulan lalu. Namun dalam perjalanannya, indeks masih beberapa kali mengalami penguatan di hari-hari tertentu. “Momentum tersebut cukup tepat bagi kami untuk melakukan aktivitas trading,” katanya, hari ini 14/6. Dia menambahkan, saham-saham dari sektor properti dan konsumer menjadi andalan dalam portofolio reksadana Asia Raya Syariah Saham Barokah. Prospek industri kedua sektor tersebut dianggap cukup menarik pada tahun ini. Ditambah lagi, saham-saham dari sektor tersebut punya prospek harga yang positif dari sisi teknikal. Frinanto yakin, berbekal pendekatan strategi trading secara aktif, kinerja reksadana Asia Raya Syariah Barokah bisa melampaui indeks pada akhir tahun nanti. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News DONASI, Dapat Voucer Gratis! Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat. Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store. Tag reksadana trading saham kinerja unitlink perbankan syariah
Reporter Intan Nirmala Sari Editor Herlina Kartika Dewi REKSADANA - JAKARTA. Jelang akhir tahun 2019, PT Asia Raya Kapital ARK dikabarkan menutup empat produk reksadananya. Beberapa produk tersebut adalah Reksadana Berkembang, Reksadana Barokah, Reksadana Unggulan dan Reksadana Amanah. Dalam surat yang diterima pada Senin 30/12 disebutkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir perusahaan sudah masuk dalam radar pantauan dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan OJK secara seksama. Beberapa yang diawasi seperti pencairan dana yang terjadi secara terus menerus dan isi portofolio saham yang ada di dalam empat reksadana tersebut. Dengan begitu, per Senin 30/12 empat produk Asia Raya Kapital tersebut ditutup dan tidak dapat melakukan transaksi penempatan, maupun pencairan sebagaimana seharusnya. Selanjutnya, perusahaan akan mengikuti aturan yang ditetapkan OJK yang berkaitan dengan penutupan reksadana dan menyelesaikan penjualan portofolio selama 60 hari bursa. Baca Juga Reksadana target waktu, ini dia plus minusnya "Empat reksadana ini memang kami yang menutup, bukan ditutup OJK. Tujuannya untuk kebaikan bersama dan agar tidak terjadi penurunan harga yang lebih tajam," jelas Komisaris Utama ARK Syafi'i Antonio saat dikonfirmasi Senin 30/12. Menurut data Infovesta Utama, beberapa kinerja Reksadana Asia Raya Kapital tercatat mengalami penurunan fantastis per 27 Desember 2019. Diantaranya produk Asia Raya Syariah Saham Barokah -66,83%, Asia Raya Saham Unggulan Syariah -67,14%, Asia Raya Saham Amanah Syariah -20,41% dalam waktu sebulan, dan Asia Raya Saham Berkembang -54,93%. Dari keempat produk tersebut diketahui posisi kas dan setara kas untuk produk Asia Raya Syariah Saham Barokah sebesar Rp 3,70 miliar, Asia Raya Saham Unggulan Syariah Rp 376,65 juta, Asia Raya Saham Amanah Syariah Rp 2,17 miliar, dan Asia Raya Saham Berkembang sebesar Rp 802,25 juta. Dengan begitu total kas yang ditutup dari keempat produk tersebut mencapai Rp 7,06 miliar. Syafi'i menjelaskan di antara keempat produk tersebut, terdapat beberapa saham yang menjadi amanat Asabri yang nilainya mengalami penurunan. Alhasil dilakukan pembahasan dan diambil kesepakatan untuk menutup beberapa produk tersebut. Adapun faktor penurunan dianggap sebagai hal yang lumrah terjadi jelang akhir tahun. Di samping itu, munculnya produk atau pilihan industri lain, juga turut menjadi alasan penurunan produk. Syafi'i menekankan, dari berbagai faktor tersebut ada penurunan yang dapat dikontrol dan juga tidak, di mana ada saham yang liquid dan masih bisa ditransaksikan di jangka panjang. ARK juga menerapkan bentuk penyelesaian lainnya dengan mencari pembeli untuk mengambil sisa portofolio yang ditutup. Saat dikonfirmasi, Syafi'i menekankan sudah ada eksisting investor yang bersedia membeli. Ditambah lagi, ARK juga meluncurkan produk baru sebagai pilihan investor yang terkena dampak penutupan, sehingga tidak sepenuhnya investor melakukan redeem atau pencairan aset. Baca Juga Manajer investasi belum melirik ORI sebagai aset reksadana terproteksi "Kami juga berkonsultasi dengan OJK dan kami menawarkan berbagai jalan yang terbaik. Ini karena, kalau tidak dicari solusi akan berdampak ke kinerja MI, makanya kami ambil inisiatif," jelasnya. Berbagai mekanisme dan inisiatif yang ditawarkan ARK tersebut, diyakini mampu menjaga kinerja perusahaan tetap positif ke depan. Bahkan, Syafi'i mengungkapkan beberapa investor yang melakukan redeem berniat untuk kembali masuk ke produk baru yang ditawarkan ARK tersebut. "Ke depan, kinerja ARK mungkin akan turun tipis dengan penutupan ini, tapi itu bisa diantisipasi dengan inisiatif yang kami lakukan. Tahun depan kami juga berencana menerbitkan 2-3 produk baru lagi," tandasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News DONASI, Dapat Voucer Gratis! Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat. Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.
Koreksi reksa dana saham akan lebih parah jika memperhitungkan sejak awal tahun hingga November lalu atau year to date. Bahkan ada 32 reksa dana saham yang ambles parah di atas 50%, padahal IHSG hanya terkoreksi 2,95% pada periode Wawan Hendrayana, Head of Capital Market Research Infovesta, menilai bahwa kemungkinan reksa dana yang mengalami penurunan kinerja cukup ekstrim pada November lalu dapat disebabkan oleh penurunan kinerja saham-saham yang juga cukup signifikan pada periode tersebut."Kalau yang [berkinerja ekstrim negatif dalam periode] 1 bulan terakhir iya, most likely dari kejatuhan saham gorengan," katanya. NoNama Reksa Dana SahamKinerja Ytd 29 November 201931 Desember 2018 - 29 November 2019 %1OSO Flores Equity Fund-51,312Emco Saham Barokah Syariah-51,763Narada Saham Indonesia II-51,954OSO Moluccas Equity Fund-52,675Sentra Ekuitas Berkembang-53,506Asia Raya Saham Berkembang-53,727Maybank Dana Ekuitas Syariah Saham-54,728Reksa Dana Treasure Saham Mantap-56,009VMI Dana Saham-56,2910Corfina Grow-2-Prosper Rotasi Strategis-57,0111Simas Saham Ultima-57,6812Narada Saham Indonesia-59,0313Asia Raya Syariah Saham Barokah-59,1214Aurora SMC Equity-59,5915Aurora Equity-60,3916Jasa Capital Saham Progresif-60,7017Asia Raya Saham Unggulan Syariah-60,9618Prospera Syariah Saham-62,2919Corfina Investa Saham Syariah-63,4820Treasure Fund Super Maxxi-64,2021Pinnacle Dana Prima-64,5222Aurora Dana Ekuitas-67,0023Pan Arcadia Dana Saham Bertumbuh-67,8724MNC Dana Syariah Ekuitas II-68,0725Pan Arcadia Dana Saham Syariah-68,2826Corfina Equity Syariah-69,8627Pool Advista Kapital Optimal-71,9828Aurora Sharia Equity-76,3529Pool Advista Kapital Syariah-77,1530Millenium Equity Prima Plus-77,8131Treasure Saham Berkah Syariah-79,4432Millenium MCM Equity Sektoral-79,55Sumber InfovestaMasih mengacu data BEI, secara year to date, setidaknya ada lima saham yang mencatatkan penurunan signifikan. Kelimanya adalah PT Marga AbhinayaTbk MABA -77,27%, PT Trada Alam Minera Tbk TRAM -71%, PT Hanson International Tbk MYRX - 58%, PT Hotel Mandarine Regency Tbk HOME -57%, dan PT Sinergi Megah Internusa Tbk NUSA -51%.Hanya saja, perlu dicatat bahwa kinerja reksa dana yang minus ini cuma periodik, karen investasi harusnya memang dilakukan rutin berkala dan sesuai dengan profil investasi masing-masing RISET CNBC INDONESIA tas/tas
Reporter Intan Nirmala Sari Editor Barratut Taqiyyah Rafie INVESTASI REKSADANA - JAKARTA. Jelang akhir tahun 2019, PT Asia Raya Kapital ARK dikabarkan menutup empat produk reksadananya. Beberapa produk tersebut adalah Reksadana Berkembang, Reksadana Barokah, Reksadana Unggulan dan Reksadana Amanah. Dalam surat yang diterima pada Senin 30/12 disebutkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir perusahaan sudah masuk dalam radar pantauan dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan OJK secara seksama. Beberapa yang diawasi seperti pencairan dana yang terjadi secara terus menerus dan isi portofolio saham yang ada di dalam empat reksadana tersebut. Dengan begitu, per Senin 30/12 empat produk Asia Raya Kapital tersebut ditutup dan tidak dapat melakukan transaksi penempatan, maupun pencairan sebagaimana seharusnya. Selanjutnya, perusahaan akan mengikuti aturan yang ditetapkan OJK yang berkaitan dengan penutupan reksadana dan menyelesaikan penjualan portofolio selama 60 hari bursa. Baca Juga Reksadana target waktu, ini dia plus minusnya "Empat reksadana ini memang kami yang menutup, bukan ditutup OJK. Tujuannya untuk kebaikan bersama dan agar tidak terjadi penurunan harga yang lebih tajam," jelas Komisaris Utama ARK Syafi'i Antonio saat dikonfirmasi Senin 30/12. Menurut data Infovesta Utama, beberapa kinerja Reksadana Asia Raya Kapital tercatat mengalami penurunan fantastis per 27 Desember 2019. Diantaranya produk Asia Raya Syariah Saham Barokah -66,83%, Asia Raya Saham Unggulan Syariah -67,14%, Asia Raya Saham Amanah Syariah -20,41% dalam waktu sebulan, dan Asia Raya Saham Berkembang -54,93%. Dari keempat produk tersebut diketahui posisi kas dan setara kas untuk produk Asia Raya Syariah Saham Barokah sebesar Rp 3,70 miliar, Asia Raya Saham Unggulan Syariah Rp 376,65 juta, Asia Raya Saham Amanah Syariah Rp 2,17 miliar, dan Asia Raya Saham Berkembang sebesar Rp 802,25 juta. Dengan begitu total kas yang ditutup dari keempat produk tersebut mencapai Rp 7,06 miliar. DONASI, Dapat Voucer Gratis! Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat. Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.
asia raya saham barokah